Perjalanan Pangeran Sake Dalam Penyebaran Islam di Bogor #1

BOGORVIEW.COM – Mbah Sake, begitu masyarakat Citeureup menyebutnya banyak berjasa dalam penyebaran agama Islam di daerah Citeureup dan sekitarnya, beliau semasa hidupnya lebih memilih jalan kesufian dibanding menjadi pamong di istana banten.Masjid Ash-Shoheh diyakini sebagian sesepuh Citeureup sebagai tempat Eyang Sake menghabiskan waktunya dalam beribadah.setiapShubuh kerapkali beliau bersama jamaah lainnya berdzikir hingga waktu Isyraq (terbit fajar). Ada yang menyebut beliau penganut Thariqat Naqsabandiyah.


Banyak cerita / mitos yang dikaitkan dengan Pangeran Sake, baik cerita tentang kehidupannya maupun tentang peninggalannya, cerita-cerita mengalir begitu saja tanpa ada yang tahu darimana sumbernya. Meski demikian nampaknya tak ada yang mempertentangkannya. Cerita-cerita tersebut sudah mengalun sejak lama,dari mulut ke mulut dan sebagian malah tidak memperdulikan kebenarannya. Diantara cerita-cerita tersebut ada yang sebagian saya paparkan disini, sebagian lagi tidak, karena dianggap mustahil dan dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Diantara cerita tersebut adalah :


1. Pangeran Sake memiliki beberapa makam, diantaranya ada di Bogor, Cibinong, Cileungsi,Citeureup dan mungkin di daerah lainnya.Terdengar agak aneh memang, seseorang bisa wafat berkali-kali. Namun ada salah satu sumber yang sangat masuk akal, yakni dari salah seorang sesepuh citeureup yang berasal dari leuwiliang, beliau mengatakan bahwa pada zaman dulu, sebagai penyebar agama, Pangeran Sake seringkali menjadi incaran Belanda, gerak-geriknya seringkali dimata-matai, sehingga ketika beliau tinggal disatu tempat, belanda pun dapat mengendusnya, maka demi menghilangkan jejak dibuatlah gundukan tanah yang diklaim sebagai makamnya, sehingga Belanda pun menghentikan pengejarannya, begitu seterusnya, pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. masuk akal kan…?

2. Mbah Sake ada dimakamnya pada malam-malam tertentu saja seperti misalnya para penziarah yang datang biasanya ramai pada malam selasa dan malam jum’at. Sebagian meyakini bahwa beliau ada di makam pada malam selasa, dan sebaliknya sebagian mengatakan bahwa mbah sake ada pada malam Jum’at.

3. Ada yang mengaku memiliki Photo / lukisan Pangeran Sake, uniknya yang dapat melihat dengan jelas hanyalah keturunannya saja, selain daripada keturunannya tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas, bahkan yang terlihat hanyalah benda-benda biasa seperti batu,kayu,bahkan harimau.

4. Seseorang mengaku memiliki Jubah peninggalan Pangeran Sake semasa beliau hidup, mirip seperti cerita diatas, yang dapat memakai pakaian tersebut dalam artian pakaian tersebut akan cukup dikenakan apabila yang bersangkutan masih keturunannya.

Masih banyak mitos-mitos lainnya, wallahu a’lam mengenai kebenaran cerita – cerita tersebut, mitos-mitos ini mengalir begitu saja tanpa tahu dari mana sumbernya, yang jelas kita berkhusnudzon saja kepada Pangeran Sake yang sudah berjasa membuka hutan rimba bernama Citeureup hingga para anak cucunya dapat menikmatinya sekarang.

BERSAMBUNG…..
Sumber : Dari Berbagai Sumber

Author: Ekhsa

Share This Post On
468 ad

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *