Perjalanan Pangeran Sake Dalam Penyebaran Islam di Bogor #2

BOGORVIEW.COM -Berbicara Pangeran Sake, tidak dapat dilepaskan asal muasal dari Pangeran Sake yakni daerah Banten, kemudian berbicara Banten tentu tak mudah juga dilupakan Pembuka wilayah banten yang tak lain adalah Karuhun (Nenek Moyang) dari Pangeran Sake Yaitu Maulana Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, seorang Hamba Allah yang berjasa besar dalam rangka tersebarnya agama Islam di Indonesia umumnya serta di Jawa barat khususnya. Beliau juga merupakan bagian dari Wali Songo. Karena jasa-jasanya Rakyat Jawa Barat memberinya gelar Syekh Maulana Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati Rahimahullah.

Sunan Gunung Jati bernama Syarif Hidayatullah, lahir sekitar tahun 1450. Ayah beliau adalah Syarif Abdullah bin Nur Alam bin Jamaluddin Akbar, seorang Mubaligh dan Musafir besar dari Gujarat, India yang sangat dikenal sebagai Syekh Maulana Akbar bagi kaum Sufi di tanah air. Syekh Maulana Akbar adalah putra Ahmad Jalal Syah putra Abdullah Khan putra Abdul Malik putra Alwi putra Syekh Muhammad Shahib Mirbath, ulama besar di Hadramaut, Yaman yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah SAW melalui cucu beliau Imam Husain.

Bunda Sunan Gunung Jati adalah Nyai Rara Santang (Syarifah Muda’im) yaitu putri dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang, dan merupakan adik dari Kian Santang atau Pangeran Walangsungsang yang bergelar Cakrabuwana / Cakrabumi atau Mbah Kuwu Cirebon Girang yang berguru kepada Syekh Datuk Kahfi, seorang Muballigh asal Baghdad bernama asli Idhafi Mahdi bin Ahmad.Makam Nyai Rara Santang bisa kita temui di dalam komplek KLENTENG di Pasar Bogor, di sebelah Kebun Raya Bogor.

Bagi para sejarawan beliau adalah peletak konsep Negara Islam modern ketika itu dengan bukti berkembangnya Kesultanan Banten sebagi negara maju dan makmur mencapai puncaknya 1650 hingga 1680

Beliau menikahi adik dari Bupati Banten ketika itu bernama Nyai Kawunganten. Dari pernikahan ini beliau mendapatkan seorang putri yaitu Ratu Wulung Ayu dan Pangeran Sebakingking atau Maulana Hasanuddin yang kelak menjadi Sultan Banten yang selanjutnya nanti akan sampai kepada lahirnya pangeran Sake.

Dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa, Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati tidak bekerja sendirian, beliau sering ikut bermusyawarah dengan anggota wali lainnya di Masjid Demak. Bahkan disebutkan beliau juga membantu berdirinya Masjid Demak. Dari pergaulannya dengan Sultan Demak dan para Wali lainnya ini akhirnya Syarif Hidayatullah mendirikan Kesultanan Pakungwati dan ia memproklamirkan diri sebagai Raja yang pertama dengan gelar Sultan.

Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.

Bersambung….

Author: Ekhsa

Share This Post On
468 ad

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *